HANYA ALLAH YANG TAU AKAN KEBENARAN HAQIQI
Menurut saya Ritual melempar jamarat di mina tidak ada hubungannya dengan melempar syaitan/iblis karena syaitan/iblis tidak bisa disakiti dengan batu, namun disaat Hamba ALLAH taat atas perintah ALLAH untuk melempar sambil berzikir/menyebut kebesaran ALLAH tampa harus bertanya kembali apa gunanya melempar.? disitulah terjadi puncak ketaatan dan ketaqwaan Hamba Pada Tuhannya sehingga hal ini menoreh luka yang pedih pada iblis dan pasukannya karena telah gagal mengdoda Hamba ALLAH yang taat tadi untuk menjadi pengikutnya (iblis) yang ingkar akan perintah ALLAH saat diperintahkan untuk bersujud pada Nabiullah Adam, Iblis masih bertanya bahkan merasa lebih mengerti dari pada ALLAH yang menciptakannya. jauh beda dengan para Muttaqin (orang yang bertaqwa) bila mendapat perintah ALLAH langsung sami’na wa Ata’na ( kami mendengar perintah ALLAH dan kami patuh padanya )tampa harus mempertimbangkan masuk akal/tidaknya karena muttaqin sadar bahwa akal manusia sangatlah terbatas untuk menggali seluruh rahasia ILAHI. sehingga mereka yakin bahwa hal seperti ini untuk menguji kadar iman/keyakinan kita Akan kebenaran ALLAH dan segala apa yang diperintahkannya.
Semoga ALLAH menunjukkan yangbenar adalah benar dan memberikan kekuatan pada hatikita untuk mengikuti Jalurnya, dan menunjukkan yang salah adalah salah dan memberikan kekuatan pada hati kita untuk menjauhinya.. AMIN YA ROBB…
