PERBATASAN TANAH SUCI MAKKAH

Setelah makkah menjadi kota yang padat pastilah makkah melebar, dan sebelum makkah menjadi kota seperti sekarang ini sudah semenjak dahulu makkah mempunyai daerah HARAM atau daerah SUCI.

Perbatasan perbatasan tanah suci inilah yang menjadi Miqot (untuk niat ihrom) bagi Muslimin yang ingin melaksanakan Umroh sedangkan dia sudah berada di hotel yang terletak di sekitar masjidil haram makkah.Tentu anda ingin tahu siapakah peletak pertama kali batas batas tanah suci itu bukan ?!

Ibrahim A.S. adalah peletak pertamakali batas batas tanah suci makkah, Namun bukan berdasarkan semaunya, melainkan Ditunjukkan oleh Malaikat Jibril A.S.

Perbatasan yang telah dipasang oleh Nabiullah Ibrahim ini tidak ada yang berani mengutak atik sehingga pada saat Makkah ditaklukan oleh kaum muslimin (terkenal dengan AAMULFATHI) Rasulullah memerintahkan Sahabatnya yang bernama TAMIM IBN ASAD untuk memperbaharuinya.

Terus diperbaharui kembali pada masa Kholifah Umar Bin Khattab.

Sekarang kerajaan saudi sudah membangun tugu tanda perbatasan tanah suci di setiap perbatasan.

Dan jarak setiap perbatasan ini tidak sama dari ka’bah almusyarrafah.

Dari arah Jedah kita akan melewati batas perbatasan tanah suci yang disebut Hudaibiah (sekarang disebut syumaisy) jarak -+ 22 Km dari masjid al haram.

Dari arah selatan anda akan melewati batas perbatasan tanah suci yang disebut Idhoah Libn jarak -+ 12 Km Dari masjidil haram.

Dari arah timur anda akan melewati batas perbatasan tanah suci yang disebut WADI URNAH jarak -+ 15 Km Dari masjidil haram.

Dari arah timur laut anda akan melewati batas perbatasan tanah suci yang disebut JI’RONAH jarak -+ 16 Km Dari masjidil haram. Bila anda pernah umroh pasti pernah berkunjung ke sana saat city tour.

Dari arah utara anda akan melewati batas perbatasan tanah suci yang disebut TAN’IM jarak -+ 7 Km Dari masjidil haram. bila anda masuk makkah dari madinah pasti melewati daerah ini disebelah kiri jalan ada masjid lumayan besar namanya Masjid A’isyah (tan’im)

Telah Terbit on Oktober 13, 2007 at 4:00 am  Komentar (2)  

The URI to TrackBack this entry is: http://umroh.wordpress.com/perbatasan-tanah-suci-makkah/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, untuk arah utara timur, istilahnya adalah timur laut, utara barat = barat laut, selatan barat = barat daya dan selatan timur = tenggara, demikian bang Benyamin agar menjadi maklum dan wasaalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  2. Wa Alaikum Salam Warahmatullah Wabarokatuh.

    Trimakasih Pak Haji, semoga diberkahi ALLAH. Amein.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: